semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

The Materialist Movie Review - Reana

Follow Us

Friday, January 16, 2026

The Materialist Movie Review

Halo Sobat? Libur isra miraj kemana ya? Lumayan ya nyambung sabtu minggu.

Saya sempat nonton film The Materialist nih sobat yang baru hadir di netflix. Apakah filmnya bagus?

Untuk ceritanya sih ya tidak yang gimana gimana juga. Masih tergolong ringan. Cocok buat yang pengen cerita yang ga berat.


Pemeran utamanya Dakota Johnson dan Chris Evan. Awalnya saya pikir Anne Hathaway. Omg ternyata bukan. Menurut saya mereka mirip. Sama sama cantik tinggi langsing hidung mancung. 

Film ini berkisah tentang Lucy yang seorang matchmaker alias bekerja di kantor perjodohan. Dia ini sering membantu klien buat dapat pasangan. Dia sendiri masih single. Saat datang ke pernikahan klien, ada seorang pria bernama Harry yang mendekati Lucy. Pria ini adalah kakak pengantin pria yang super kaya dari kecil, tidak pernah hidup susah, tidak main wanita, tidak ngedrug, tinggi 180 cm. Kalau dalam bisnis perjodohan pria ini disebut unicorn yaitu tipe pria high quality yang laris manis di pasaran. Lucy menyarankan dia untuk menjadi kliennya tapi dia menolak, dia maunya Lucy yang jadi pasangannya. 

Awal-awal Lucy menolak tapi setelah sekian kali ngobrol Harry berhasil meyakinkan Lucy dan akhirnya mereka bekencan. Lucy bilang kalau dia merasa valuable sehingga dia menerima Harry. Hal ini benar banget kan ya sobat wanita. Kalau wanita merasa spesial atau valuable dia akan menerima seorang pria yang bisa membuatnya merasa demikian. Karena feeling itu berharga banget buat perempuan dan bisa membuatnya berbunga-bunga dan jatuh cinta.

Setelah selang beberapa waktu, mereka akhirnya berpisah. Kenapa? Nah ini yang lumayan aneh. Padahal selama mereka berkencan, tidak pernah ada masalah. Mereka baik-baik saja. Harry tampak sebagai pria baik-baik. No red flags. Tapi Lucy memutuskan untuk berpisah. 

Kejadian ini terjadi setelah Lucy mengetahui bahwa Harry pernah extend kaki biar lebih tinggi. Kenapa dalam film ini menyinggung extend kaki? Karena dalam film ini pria tinggi minimal 180 cm itu dianggap tinggi ideal yang dicari wanita di pasaran perjodohan.

Nah, ketika mereka putus, Lucy bilang bahwa tidak ada cinta di antara mereka. Lucy tidak cinta dengan Harry dan sebaliknya. Padahal sih ya Harry menerima Lucy apa adanya walau dia miskin tapi Harry tidak peduli. Harry tidak melihat dari materi karena materi Harry sudah berlimpah dan itu lebih dari cukup untuk berdua. 

Yang Harry lihat darinya adalah intangible asset alias aset tak terlihat yang dimiliki Lucy. Harry yakin jika mereka bersama they would make a perfect couple. Wah langka banget kan Sobat ada pria begini? Tapi Lucy bersikeras untuk putus setelah kejadian dia melihat bekas operasi kaki. Walau dia tidak bilang karena hal itu mereka putus tapi saya sebagai penonton jadi berkesimpulan karena hal itu. Karena sebelumnya baik baik saja. Tadinya saya pikir Harry bakal menunjukkan sikap red flag tersembunyi yang pada akhirnya membuat mereka putus tapi ternyata nggak ada kok. Jadi ya berarti alasannya karena memang Lucy tidak cinta seperti yang tersurat dalam dialog. Lah terus kenapa diterima dan menikmati tinggal di apartemen Harry dong?

Penonton tahu bahwa Lucy mencari pria kaya untuk dinikahi. Dan boom! Dia dapat dong. Durian runtuh ga sih? Tapi pada akhirnya dia lepas dengan alasan yang kurang masuk akal tapi memang mungkin saja terjadi dalam dunia nyata. Tapi kalau dalam dunia nyata juga pasti mikir mikir sih mau melepas ikan besar seperti itu. Hehe. Setuju ga sobat?

Rencana liburan Lucy ke Iceland gagal karena hal ini. Akhirnya Lucy kembali pada ex pacar yaitu John yang diperankan Chris Evan. John ini sosok pria miskin yang hidupnya ngontrak bareng teman pria lain dalam satu rumah dan kere alias duitnya sedikit. Sebelumnya mereka putus karena masalah duit. John ini tetap cinta dengan Lucy walau lama mereka berpisah dan kehidupannya pun tak berubah setelah lama berpisah. Masih tetap miskin. 

Tapi Lucy kembali karena dialah yang bisa memberikan cinta. Jadi di akhir mereka bersama. Seperti ada pesan dari film ini bahwa jodoh itu sekufu alias yang miskin dengan yang miskin yaitu Lucy dan John. :)

Pesan moral: Cinta tidak selalu rasional, pilihan tidak selalu mudah, dan seringkali kita harus memilih antara apa yang logis dan apa yang terasa benar di hati bahkan jika itu berarti melepaskan "ikan besar".

Bagaimana Sobat kamu pilih Harry atau John?

No comments:

Post a Comment

leave your comment here!