Jumat, 9 Januari 2026
Halo Sobat... apa kabar? Hari ini saya baru saja selesai mengikuti uji sertifikasi kompetensi executive administrative assistant (serkom EAA). Rasanya gado-gado. Hehe.
Kenapa saya bilang demikian? Karena hektik sebelum ujian. Bagaimana tidak? Sebelum ujian sudah stres sendiri karena kurangnya persiapan. Selasa sore, kami baru dapat sosialisasi dan jumat sudah harus ujian. Parah sih ini. Ini serius? Kaget saja saya. Mana sebelumnya harus upload syarat-syarat, lalu menunggu approval dari asesor baru bisa lanjut ke step berikutnya yaitu mengisi essay yang seabrek dan bikin video promosi produk apabila tidak ada revisi.
Untungnya step pertama saya aman jadi langsung bisa ke step kedua. Hanya menunggu approvalnya saja yang lama. Upload rabu pagi baru diapprove kamis pagi. Tapi ya karena kesibukan kerja juga di kamis siang hari jadinya hanya bisa mengerjakan essay di kamisnya setelah pulang kantor hingga malam. Setelah itu saya merasa lelah karena otak saya terforsir dari pagi hingga malam belum istirahat. Akhirnya niat buat bikin slide ppt dan rekam video pun tertunda. Padahal niat ada tapi kalau sudah rebahan pasti saya tertidur. Dan karena sudah panggilan alam juga tubuh saya butuh istirahat jadi saya tertidur dari jam 8.30 malam padahal saat itu saya chat sama teman saya yang lagi mengerjakan essay juga.
Begitu bangun sudah jam 11.30 malam. Badan lumayan lebih enak. Lalu saya menyemangati diri untuk membuat ppt malam itu juga dan berencana recording sekalian karena tidak ada waktu lagi esok hari. Jam 1 siang besoknya saya harus sudah ujian. Dan ternyata tidak secepat itu ya. Cari bahan untuk ppt ternyata makan waktu. Kalau cuma tulisan mungkin lebih cepat selesai tapi masa iya promosi produk kok cuma tulisan doang? Saya cari gambar-gambar dan baca-baca cari informasi seputar produk yang akan saya jadikan bahan promosi.
Alhasil selesai dalam 2 jam baru ppt nya saja. Saya pun teringat ya ada tugas lain yang deadline esok hari juga jam 11 siang. Alamak tidak akan sempat ngerjain ya karena jam segitu saya bakal ada di perjalanan. Akhirnya saya tidak recording. Mana mood tengah malam recording ya kan? Jadinya saya lanjut mengerjakan tugas lain dan submit. Jam 2 malam kelar saya putuskan tidur karena bagaimanapun saya harus tidur. Saya tahu badan saya ga bisa kalau ga tidur atau kurang tidur. Kalau kurang tidur bakal sakit-sakit. Saya pun setel alarm jam 5.30 agar tubuh lumayan dapat tidur 3,5 jam. Sebelumnya kan sudah tidur 3 jam. Saya berhasil tidur dan pukul 5 pagi saya sudah terbangun. Ya sudah alarm duluan saya matikan sebelum berbunyi. :)
Saya lanjut recording. Walau recording maksimal hanya 5 menit tapi ternyata tidak bisa cepat juga ya. Beberapa kali saya take. Ya ampun. Ternyata makan waktu juga. Belum uploadnya lagi dan kirim link. Video saya sekitar 3.58 menit.
Saya juga masih punya PR buat belajar essay. Saya belum belajar sama sekali. Kata teman yang sudah pernah ujian, katanya harus menghafalkan semua essay karena nanti bakal ditanya asesor. Ya ampun ga ada waktu lagi. Saya jadi stres karena merasa kurang waktu untuk persiapan. Psikologi saya terganggu.
Selesai kirim link video saya matikan laptop lalu saya rebahan sambil baca-baca essay saya dan juga ppt saya sebagai persiapan jika diminta presentasi produk dan ditanya essay. Walaupum sudah saya pelajari dari pagi hingga sebelum naik KRL, saya ga yakin apakah nanti tidak blank saat giliran dipanggil karena informasi masuk terlalu banyak di waktu yang singkat. Jadi kayak memforsir otak untuk menyimpan dan mengingat materi di waktu yang singkat.
Saat di KRL saya datang setengah jam lebih cepat. Saya masih bisa baca-baca tapi otak saya sudah tidak mau. Akhirnya saya menikmati pemandangan saja sambil makan Roti O dan kopi butterscotch latte. Saya janjian dengan teman saya ketemu di stasiun Bekasi. Tapi rupanya kereta saya telat 9 menit. Seharusnya 10.53 pagi sudah tiba eh molor jadi 11.02. Awalnya seharusnya saya sudah sampai 11.30 akhirnya 11.40 baru sampai. Syukurnya teman saya mau menunggu dan kita pergi bareng ke lokasi.
Sampai lokasi saya masih sempat sholat dzuhur dahulu lalu masuk ruangan. Saya ngobrol-ngobrol dengan 2 orang teman saya. Teman saya A cerita kalau dia mengerjakan ppt dan recording sampai jam 3 malam. Wow ternyata ada yang lebih parah dari saya ya. Hmm... setelah itu baru dia tidur. Lalu teman saya B cerita kalau dia tidak tidur. Wow wow wow ada yang lebih parah lagi ternyata. Jadi dia hanya tidur 1 jam. OMG. Bisa ya?
Beneran deh kalau saya tidak bisa.
Ternyata sebegitunya perjuangan teman-teman saya. Ternyata saya tidak sendirian. Dan ternyatanya lagi saya masih termasuk mendingan masih bisa tidur 6,5 jam. Gile bener... sebegininya amat ya hidup ini. Kadang saya merenung demikian.
Walau saya merasa sudah berusaha melebihi batas normal saya biasanya, ternyata ada yang lebih keras lagi dan lagi dari saya. Jadi, inilah pelajaran hidupnya dari kisah saya ini. Kita mah belum seberapa :)
Jadi, begini ya sobat, kalau kita lihat orang lain tampak baik-baik saja di permukaan, kelihatan mulus-mulus saja lancar jaya mencapai ini itu, percayalah kita tidak tahu seberapa besar perjuangan mereka yang tidak mereka ceritakan. Mereka tak bersuara. Yang mereka tampilkan adalah kesuksesan. Ini moral of the story. Jadi jangan merasa diri sudah yang ter-.
Ok, kita lanjut ya sobat. Jadi di ruangan kita mengantri giliran maju dipanggil asesor. Kita diminta presentasi produk dan bawa produk kita. Asesor maunya full English sobat. Beda asesor bisa jadi beda kebijakan ya. Tapi untungnya asesor cuma minta kami presentasi saja. Kami tidak ditanya essay. Syukurlah... lega banget. Tapi walau sedikit lega, ada nervousnya juga karena masih saja merasa kurang persiapan. Bagaimana kalau ngeblank pas maju? Ya sudah bismillah. Untungnya saya dapat giliran di akhir jadi lumayan bisa persiapan mental.
Teman-teman yang maju duluan pada keren-keren presentasinya. Bahasa Inggrisnya lancar-lancar banget. Pronounciationnya bagus-bagus. Wow. Termasuk 2 orang teman saya juga lancar-lancar banget pas presentasi. Saya yakin mereka pada pol-polan persiapannya. Soalnya kalau tidak lulus harus ngulang lagi. Kan sayang ya uang yang sudah dikeluarkan. Serkom ini berbayar sobat. Bukan gratisan hehe.
Pas giliran saya maju syukurnya saya lancar presentasi. Asesor hanya bertanya produknya apa. Lalu di akhir bilang saya seperti marketing. Hahaha. Ga tau ini pertanda baik atau buruk. Karena kan memang ini simulasi jadi seolah-olah kita adalah karyawan sebuah perusahaan lalu kita diminta promosi produk. Jadi saya benar tidak ya ini kalau dibilang mirip marketing. :)
Semoga hasilnya baik ya sobat. Sebulan sertifikatnya baru keluar.
Setelah itu kami foto bersama lalu pulang. Saya ke stasiun Bekasi dengan 2 orang teman saya lalu mampir makan bakso di dekat stasiun. Ternyata hujan deras pas kami makan. Setelah reda kami naik KRL menuju tujuan masing-masing.
Sampai rumah barulah badan saya pegal-pegal. Ini tanda butuh istirahat. Tapi malam ini saya masih ada agenda. Dan besok juga masih ada yang harus diselesaikan. Sebegininya amat hidup ini ya.
Jadi, apa hikmah dari kisah hari ini? Walau kadang saya merasa sebegininya ya hidup ini tapi tetap ada hal positif yang bisa diambil. Saya jadi mendapat pengalaman hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya juga ketemu lagi teman-teman saya. Dan sebenarnya ketika peristiwa yang bikin stres itu sudah kita lalui ya sudah. Kita seperti berhasil naik tangga ga sih. Dan hidup kita berjalan normal kembali. Peristiwa tadi itu semacam gangguan kecil yang harus dihadapi supaya kita bisa terus melangkah lebih jauh atau bahkan lebih tinggi. Bisa ga sih kita melangkah terus walau berbagai halangan rintangan hadir di perjalanan. Eh btw ini nyambung ga ya hikmahnya. :)
Apa kamu ada pengalaman juga sobat?
Oke sobat. Sampai di sini dulu cerita dari saya. Bye.

No comments:
Post a Comment
leave your comment here!