semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

16. Kenapa Harus Kehilangan Dulu untuk Mengerti? - Reana

Follow Us

Thursday, April 17, 2025

16. Kenapa Harus Kehilangan Dulu untuk Mengerti?

Halo Sobat! Apa kabar? Setelah selesai seri sebelumnya, kita masuk ke seri ketiga ya yaitu 20 Seri Mencari Makna dalam Setiap Kejadian. Jadi saya akan posting tema ini selama beberapa hari ke depan. Semoga selalu ada pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik. Yuk simak!




Kenapa Harus Kehilangan Dulu untuk Mengerti?

Ada yang baru terasa berarti setelah pergi. Ada yang selama ini hadir setiap hari, tapi tak pernah benar-benar kita lihat. Sampai akhirnya… mereka hilang. Dan yang tersisa hanyalah penyesalan, pertanyaan, dan sepi.

“You never know the value of a moment until it becomes a memory.” — Dr. Seuss

Kenapa manusia baru sadar saat kehilangan? Mungkin karena kita terlalu sibuk mengejar yang jauh, sampai lupa mensyukuri yang dekat. Terlalu sibuk mengeluh, sampai lupa banyak hal yang sebenarnya patut disyukuri.


Kehilangan sering kali adalah tamparan lembut dari semesta agar kita lebih sadar, lebih menghargai, lebih hidup.


Kadang, kita mengabaikan keberadaan seseorang karena menganggap mereka akan selalu ada. Tapi hidup tak pernah menjanjikan ‘selalu.’ Ia hanya memberi kita ‘sekarang.’ Dan sayangnya, ‘sekarang’ sering kali baru dihargai setelah jadi ‘kemarin.’

“Sometimes you don’t realize how good someone is, until they stop doing the things you took for granted.”

Bukan hanya tentang orang. Tapi juga tentang momen. Tentang kesehatan. Tentang tawa kecil di rumah. Tentang rutinitas yang ternyata begitu kita rindukan setelah semuanya berubah.


Kehilangan adalah guru yang keras, tapi jujur. Ia mengajarkan bahwa tidak ada yang abadi — dan justru karena itu, semuanya berharga.


Mungkin kamu pernah kehilangan seseorang yang kamu sayang. Dan kini kamu tahu betapa berharganya waktu bersama mereka. Mungkin kamu pernah kehilangan pekerjaan atau kesempatan. Dan kini kamu sadar bahwa tidak semua yang hilang adalah akhir — beberapa justru awal dari versi dirimu yang baru.

“Sometimes you have to lose what you think you want, to find what you truly need.”

Dan dari kehilangan, lahir rasa. Lahir pemahaman. Lahir rasa syukur. Karena apa pun yang membuatmu menangis saat pergi, pasti dulu punya nilai besar di hatimu.


Hidup memang mengajarkan dengan cara yang unik. Tidak lewat nasihat panjang, tapi lewat kehilangan yang mengubah pandangan.


Tapi jangan terlalu keras pada dirimu. Semua orang pernah lupa menghargai. Yang terpenting bukan menyesali terus-menerus, tapi belajar darinya. Menjadi lebih hadir. Lebih sadar. Lebih mencintai.

“Let the loss shape you, not shatter you.”

Kita tidak bisa menghindari kehilangan. Tapi kita bisa memilih: apakah akan membiarkannya jadi luka yang terus kita garuk, atau menjadikannya pengingat agar kita hidup lebih penuh — mencintai lebih dalam, menghargai lebih sungguh-sungguh.


Karena setiap kehilangan membawa pelajaran: bahwa hidup ini rapuh, dan karena itu, ia layak dijalani dengan segenap hati.



Dalam heningnya malam, semesta ikut membisikkan jawabannya.



 Sampai jumpa di bagian 17...


 #825

#Menuju 1000 posting

#Seri Mencari Makna dalam Setiap Kejadian

No comments:

Post a Comment

leave your comment here!