semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

15. Kamu Tidak Lemah, Kamu Hanya Terlalu Lama Menjadi Kuat - Reana

Follow Us

Thursday, April 17, 2025

15. Kamu Tidak Lemah, Kamu Hanya Terlalu Lama Menjadi Kuat

Halo Sobat! Apa kabar? Setelah selesai seri sebelumnya, kita masuk ke seri ketiga ya yaitu 20 Seri Mencari Makna dalam Setiap Kejadian. Jadi saya akan posting tema ini selama beberapa hari ke depan. Semoga selalu ada pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik. Yuk simak!




Kamu Tidak Lemah, Kamu Hanya Terlalu Lama Menjadi Kuat

Pernah merasa kelelahan yang tak bisa dijelaskan? Bukan hanya karena pekerjaan, tapi karena terlalu sering menahan tangis, terlalu sering pura-pura baik-baik saja, terlalu sering jadi ‘yang kuat’ untuk semua orang.

“You’re not weak for feeling tired. You’re just tired from being strong for too long.”

Kita tumbuh dalam budaya yang mengagungkan ketangguhan. Kita diajarkan untuk “bertahan,” untuk “kuat,” untuk tidak menangis. Tapi tidak ada yang pernah mengajarkan cara istirahat. Tidak ada yang mengajarkan bahwa menangis juga bentuk keberanian.


Menjadi kuat itu bukan berarti tidak pernah rapuh. Tapi berani mengakui kelelahan, dan memberi diri izin untuk sembuh.


Kita bukan mesin. Kita punya hati. Kita punya batas. Dan tidak apa-apa jika hari ini kamu merasa tidak sanggup. Tidak apa-apa jika kamu tidak bisa jadi penolong hari ini. Tidak apa-apa jika kamu butuh dipeluk, bukan memeluk.

“Rest is not a luxury. It’s a responsibility.”

Terkadang, kekuatan terbesar justru muncul saat kamu memilih untuk berhenti sejenak. Saat kamu berkata: “Aku butuh waktu untukku.” Di situlah kamu mulai pulih, mulai mengisi kembali energi yang habis kamu curahkan selama ini.


Kamu tidak egois karena memilih dirimu sendiri. Kamu sedang menyelamatkan dirimu.


Jangan menunggu sampai kamu benar-benar hancur untuk mulai peduli pada dirimu. Dengarkan tubuhmu. Dengarkan jiwamu. Kalau lelah, istirahatlah. Kalau sedih, menangislah. Kalau marah, ekspresikanlah dengan sehat.

“Healing doesn’t mean the damage never existed. It means the damage no longer controls your life.”

Orang kuat bukanlah yang tak pernah jatuh, tapi yang terus berusaha berdiri — dengan kejujuran, dengan air mata, dengan ketidaksempurnaan.


Dan kamu, sudah sangat luar biasa karena selama ini tetap bertahan. Meski dunia tak tahu seberapa berat beban yang kamu pikul.


Berhentilah menuntut dirimu untuk sempurna setiap hari. Kamu juga manusia. Berhak salah. Berhak sedih. Berhak rapuh. Tapi juga berhak sembuh dan bahagia.

“Allow yourself to be both a masterpiece and a work in progress.”

Jadi jika hari ini kamu merasa tak sekuat dulu, ingat: kamu bukan lemah. Kamu hanya lelah. Dan itu adalah tanda bahwa sudah saatnya kamu memeluk dirimu sendiri, dengan lembut, tanpa syarat.


Kamu tidak harus kuat setiap hari. Tapi kamu pantas dicintai — bahkan dalam kondisi paling rapuhmu.



Langit tak hanya memendarkan warna, tapi menyimpan suara yang tak terdengar.


 Sampai jumpa di bagian 16...


 #834

#Menuju 1000 posting

#Seri Mencari Makna dalam Setiap Kejadian

No comments:

Post a Comment

leave your comment here!