semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

1.7 Rindu Allah yang Terbungkus dalam Penundaan - Reana

Follow Us

Friday, April 18, 2025

1.7 Rindu Allah yang Terbungkus dalam Penundaan

Halo Sobat! Saya akan posting berseri yang berupa refleksi spiritual yang saya susun menjadi 20 topik. Setiap topik akan ada 20 judul berseri. Nah, untuk topik #1 ini adalah "Ketika Doa Belum Dijawab: Ujian atau Tanda Allah Masih Rindu?" Yuk simak!




Rindu Allah yang Terbungkus dalam Penundaan

Kita sering mengira penundaan adalah bentuk penolakan. Kita berpikir, jika doa belum dijawab, berarti kita tidak cukup dekat, tidak cukup pantas, atau mungkin sudah dilupakan.


Padahal bisa jadi, penundaan itu bukan karena Allah jauh—tapi karena Dia sedang sangat dekat. Terlalu dekat, bahkan. Sampai ingin kita tinggal lebih lama dalam sujud, dalam harap, dalam rindu yang tumbuh setiap malam.


"Allah merindukan suaramu dalam doa, maka kadang Ia menunda agar kau tak berhenti memanggil-Nya."

 

Penundaan adalah ruang. Ruang antara keinginan kita dan waktu yang Allah pilihkan. Di sanalah ada pertemuan paling jujur antara hati dan langit.


Di situlah doa tak hanya jadi permintaan, tapi jadi tempat kembali.


“Kadang bukan yang kita minta yang Allah tunggu, tapi kita yang Allah rindu.”


Pernahkah kau menyadari, saat hidup berjalan terlalu mulus, kita mudah lupa?
Tapi ketika doa tak kunjung dijawab, kita lebih sering sujud, lebih banyak air mata, lebih tulus memanggil nama-Nya.


Dan mungkin… itulah tujuan dari penundaan itu.


"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Segala urusannya adalah baik baginya..."
(HR. Muslim)

 

Allah tahu kita. Lebih dari siapa pun. Termasuk saat kita butuh waktu untuk benar-benar berserah.


Penundaan membuat kita belajar percaya—tanpa perlu bukti langsung. Penundaan mengajar kita untuk mencintai Allah tanpa syarat pemberian.


Dan dalam setiap “belum” dari-Nya, ada pelukan tak terlihat yang berkata, “Aku tahu kapan waktu terbaik untukmu.”


“Mungkin bukan doa kita yang belum sampai ke langit. Tapi hati kita yang belum benar-benar naik ke sana.”

 

Rindu dari Allah itu nyata. Tapi ia hadir dalam bentuk yang tak semua orang suka—kadang dalam bentuk kehilangan, kadang dalam bentuk penantian.


“Jika kau merasa sendiri dalam menunggu, ketahuilah: Allah sedang duduk bersamamu dalam sepi itu.”


Kita pikir yang paling indah adalah saat doa dikabulkan. Tapi ternyata…


Yang paling indah adalah saat kita merasa begitu dekat dengan Allah karena doa belum juga dikabulkan.


“Doa yang paling kuat adalah doa yang lahir dari keikhlasan, bukan dari desakan ingin segera.”

 

Jadi jika saat ini kamu masih menunggu, dan hatimu nyaris putus,
ingatlah: bisa jadi Allah sedang memelukmu erat dalam rindu-Nya—dalam bentuk penundaan yang Ia bungkus dengan penuh kasih.



Lanjut ke bagian 8...


#846

#Menuju 1000 posting

#spiritual

#1 Seri Ketika Doa Belum Dijawab: Ujian atau Tanda Allah Masih Rindu?


No comments:

Post a Comment

leave your comment here!