Sobat, saya lanjutkan "seri refleksi" kita ke topik #4 yaitu 20 Langkah Menuju Kesadaran Diri. Yuk simak!
9. Belajar dari Rasa Iri: Cermin Keinginan yang Terpendam
Iri sering kali dianggap sebagai emosi buruk—sesuatu yang harus ditekan, dihindari, bahkan disangkal. Tapi bagaimana jika sebenarnya rasa iri adalah petunjuk? Sebuah cermin dari sesuatu yang kita inginkan, tapi belum kita akui.
“Envy is the art of counting the other fellow’s blessings instead of your own.” — Harold Coffin
Saat melihat seseorang mencapai sesuatu dan kita merasa "kenapa bukan aku?", itu bukan sekadar kecemburuan. Mungkin itu adalah tanda dari hasrat terpendam. Keinginan yang selama ini kita abaikan karena takut gagal, takut tidak cukup baik, atau takut berbeda dari ekspektasi orang lain.
Iri bisa menjadi kompas. Ia menunjukkan apa yang penting bagi kita. Jika kamu iri pada teman yang bisa traveling bebas, mungkin kamu merindukan kebebasan. Jika kamu iri pada seseorang yang berani berbicara di depan umum, bisa jadi kamu juga ingin didengar.
“Don’t dismiss envy as a flaw. Instead, explore it. What you envy reveals what you desire.” — Brianna Wiest
Namun, bahaya iri adalah ketika kita menjadikannya alat untuk menyalahkan atau merendahkan diri. Bukan belajar darinya, melainkan tenggelam dalam perasaan “aku tidak akan pernah bisa seperti dia.” Padahal, iri hanya akan menyakitimu jika kamu menolak untuk memahaminya.
Langkah pertama untuk belajar dari rasa iri adalah berani mengakuinya. Tanpa rasa bersalah. Tanpa penyangkalan. Lalu bertanya: Apa yang sebenarnya aku inginkan dari hal ini? Dan lebih dalam lagi: Apa yang menghalangiku untuk mengejarnya?
Mungkin jawabannya bukan tentang ingin menjadi seperti orang lain, tapi tentang menjadi versi dirimu yang selama ini tertunda.
“Let jealousy guide you to the life you were meant to live.” — Anonymous
Alih-alih membuatmu merasa kecil, rasa iri bisa menjadi panggilan untuk tumbuh. Ia bisa membantumu mengenali arah yang selama ini tertutup kabut ketidakpastian. Yang perlu kamu lakukan hanyalah jujur pada diri sendiri.
Rasa iri tak selalu berarti kamu buruk. Mungkin, kamu hanya sedang dipanggil untuk berubah.
Pertanyaan untukmu hari ini:
Kapan terakhir kali kamu merasa iri, dan apa keinginan terpendam yang tersembunyi di baliknya?
Lanjut ke part “10. Menemukan Akar Kecemasan”.
#919
#Menuju 1000 posting
#Refleksi
#4 Seri 20 Langkah Menuju Kesadaran Diri.
Kecantikan sejati bukan terletak pada apa yang terlihat, tetapi pada apa yang ada di dalam hati.

No comments:
Post a Comment
leave your comment here!