semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

1.10 Menguatkan Diri dalam Penantian - Reana

Follow Us

Friday, April 18, 2025

1.10 Menguatkan Diri dalam Penantian

Halo Sobat! Saya akan posting berseri yang berupa refleksi spiritual yang saya susun menjadi 20 topik. Setiap topik akan ada 20 judul berseri. Nah, untuk topik #1 ini adalah "Ketika Doa Belum Dijawab: Ujian atau Tanda Allah Masih Rindu?" Yuk simak!




Menguatkan Diri dalam Penantian

Menunggu itu tidak mudah.


Terlebih saat kita tidak tahu sampai kapan.
Apalagi bila yang kita tunggu adalah sesuatu yang sangat kita doakan—jodoh, pekerjaan, kesembuhan, kepastian hidup.


Penantian adalah fase sunyi yang menguji banyak hal: iman, kesabaran, bahkan cinta kita kepada-Nya.


“Terkadang yang lebih berat dari kehilangan adalah penantian yang tak berujung.”

 

Seringkali kita merasa sudah cukup kuat. Tapi di pertengahan jalan, hati mulai gemetar.
Hari terasa lambat. Doa mulai terdengar seperti gema yang menggantung di langit tanpa jawaban.


“Aku lelah, Ya Allah… Sudah lama aku menunggu. Apakah aku harus berhenti berharap?”


“Jangan biarkan kelelahan membuatmu berhenti, padahal mungkin satu langkah lagi doa itu akan tiba.”

 

Penantian bukan sekadar duduk diam. Tapi tentang membangun keteguhan hati di tengah ketidakpastian.


Kita diuji bukan hanya pada hasil akhir, tapi pada proses mempercayai Allah di tengah rasa ragu. Dan justru di sanalah letak keindahannya. Karena kita belajar menjadi lebih sabar, lebih dekat, dan lebih ikhlas.


“Allah tidak pernah menyuruhmu tahu kapan. Dia hanya memintamu percaya bahwa janji-Nya tak akan sia-sia.”

 

“Seseorang yang mampu bertahan dalam penantian dengan doa yang tak henti, adalah seseorang yang telah membuktikan cintanya kepada Tuhan.”


Mungkin hasilnya belum tampak hari ini. Tapi lihatlah dirimu—bukankah kamu sudah lebih kuat dibanding saat pertama kali kamu mulai menunggu?


“Terkadang jawaban bukan datang dari luar, tapi tumbuh di dalam: berupa ketenangan, keyakinan, dan kedewasaan yang tidak kamu sadari.”

 

Penantian bukan kehampaan. Ia adalah proses pembentukan. Seperti biji yang ditanam di tanah gelap, sebelum akhirnya mekar di waktu yang sempurna.


“Sabar itu tidak diam, tapi tetap melangkah dengan hati yang yakin meski tanpa cahaya.”

 

Maka kuatkan dirimu. Jangan biarkan waktu membuatmu putus asa. Karena bisa jadi, satu detik lagi adalah waktu yang Allah pilih untuk menjawab semuanya.


Dan ketika itu tiba, kamu akan menyadari…
semua air mata, semua doa, semua kesepian—ternyata tidak pernah sia-sia.


“Ketika engkau lelah menunggu, ingatlah: kau sedang menunggu janji Tuhan, bukan sekadar harapan manusia.”

 


Lanjut ke bagian 11...



#849

#Menuju 1000 posting

#spiritual

#1 Seri Ketika Doa Belum Dijawab: Ujian atau Tanda Allah Masih Rindu?

No comments:

Post a Comment

leave your comment here!