semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

Menyusun Kepingan Puzzle - Reana

Follow Us

Thursday, April 30, 2026

Menyusun Kepingan Puzzle

Halo Sobat, pernah ga sih kamu merasa seperti menyusun kepingan puzzle kehidupan? 

Maksud saya begini. Misal kamu mendapat satu potongan cerita atau kisah. Kamu mendengar itu dari seseorang mungkin dan ya sudah. Kamu tidak mencari tahu bak detektif. Tapi perlahan-lahan satu demi satu kepingan itu terkumpul dan jadilah satu gambar alias satu cerita utuh alias oh ini ternyata maksudnya. Kalian mengerti yang saya maksud kan ya.

Jadi kepingan kepingan itu terbuka sendiri sobat tanpa kamu mencari tahu. Ibaratnya datang sendiri. Dan setelah sekian lama kamu baru tahu oh ternyata ini. Pernah tidak sobat?

Saya ada nih cerita begitu. 

Cerita pertama:
Bos lama saya alias mantan bos karena sudah tidak sekantor lagi cerita ke saya bahwa temannya belum ketemu-ketemu jodohnya di kala orang lain pada gampang ketemu jodohnya tapi ga sedikit juga dari mereka yang pada akhirnya berpisah. Dan temannya ini akhirnya ketemu juga jodohnya yang usianya 10 tahun lebih muda. Kala itu saya tak ada gambaran siapakah yang diceritakan bos saya. Saya berpikirnya karena itu teman si bos artinya seumuran dengan si bos. Saya juga berpikir bahwa bos memberi motivasi sebelum melepas saya pindah. Ok. Done.

Pindahlah saya ya ke kota dan kantor berbeda. Setelah lima tahun saya pindah di kantor baru  baru ngeh saya dengan cerita bos saya. Sumpah saya tidak menyangka. Karena ternyata pria yang menikah dengan teman bos saya itu adalah rekan kerja yang selama ini kerja seruangan dengan saya. Omg. 

Betapa hidup ini tidak terduga. Saya cuma berdecak kagum. Selama ini saya sungguh tidak tahu. Saya memang orangnya ga kepo juga sih dengan urusan pribadi orang lain. Selama ini saya mengira bahwa rekan kerja saya ini istrinya 10 tahun lebih muda. Rupanya saya salah sangka alias salah mencerna cerita yang saya dengar dari teman saya yang lain. 

Ya Tuhan... hingga saya menemukan kejanggalan kejanggalan seperti misal kalau memang istrinya ini lebih muda 10 tahun kenapa bisa ikut acara penting bareng direktur. Karena kalau 10 tahun lebih muda kan semestinya masih pegawai baru hitungannya. Kok sepenting itu? 

Nah ada juga momen kok saya lihat mereka ngobrol berdua di ruangan tapi kan saya ga tahu kalau itu istrinya karena saya lihat jauh lebih dewasa. Anggapan saya di awal kan 10 tahun lebih muda. Saya juga nggak kepo sih orangnya saya ga tanya siapa siapa juga. Kan biasa ya sesama pegawai ngobrol karena ada urusan. 

Lalu teman saya cerita sendiri dong kalau si pria ini dipanggil istrinya. Lah jadi tadi yang papasan waktu saya keluar dari toilet dan mereka lagi ngobrol itu ternyata istrinya? Omg. Dari sinilah kemudian saya teringat cerita bis saya. Dan saya cuma senyum senyum sih. Oalah ternyata ini yang dimaksud bos saya. Hehe

Cerita 2:
Dari tempat tinggal saya selang 2 rumah ada seorang ibu yang sering ketemu saya saat saya lewat depan rumahnya. Ibu ini ramah dan selalu bertegur sapa dengan saya kalau ketemu di jalan. Pernah suatu hari saya baru balik kampung ketemu dengan saya lalu ngobrol sebentar. Ibu ini bilang si A kok belum pulang ya. A ini saya tidak tahu siapa tapi perkiraan saya adalah anak kos ibu ini. Ibu ini bercerita menyebut nama A seolah saya kenal saja padahal saya tidak tahu menahu. Dan ini beberapa kali sudah ibu ini menyebut saat bertegur sapa dengan saya di depan rumahnya. 

Di lain kesempatan, belakangan saya sering naik ojek ke kantor. Nah saat saya nunggy ojek di pinggir jalan, sering ada tukang ojek yang sudah mangkal lalu nanya apakah saya adalah A. Dan ini sering banget loh. Saya bilang bukan. Tapi di momen lain saya menyaksikan sendiri kalau si A ini satu kantor dong dengan saya dari seragamnya. Tapi saya tidak kenal. 

Lalu belum lama ini salah satu pegawai baru pindah ke kantor saya dan satu ruangan dengan saya tanya ke saya apakah saya satu kos dengan A. Wah A lagi disebut. Saya bilang tidak. Bahkan saya ga kenal. Saya juga ga tahu orangnya yang mana. Karena kan pas saya lihat orangnya naik ojek pakai masker ya. 

Ternyatanya lagi dia itu teman seangkatan teman seruangan saya yang lain. Teman saya ini cukup akrab dengan saya. Kata teman saya, pasti saya pernah lihat cuma ga tahu saja itu namanya. Lalu teman saya kasih fotonya. Dan benar dong ya saya ga asing pernah lihat si A ini. Nah begitulah sobat teka teki bak kepingam puzzle itu terjawab sendiri tanpa saya mencari tahu. Begitu ya cara Tuhan membuat kita tahu sesuatu itu ada ada saja jalannya. Seringnya ga terduga.

Bagaimana menurutmu sobat? Apakah cerita ini relate sama kamu?

Hidup itu seperti puzzle. Kamu tidak perlu memaksakan semua potongan pada tempatnya. Beberapa potongan akan datang sendiri pada waktu yang tepat, dari arah yang tidak terduga, dengan cara yang membuatmu hanya bisa tersenyum dan berkata, "Oalah, ternyata."


Tidak apa-apa tidak tahu.

Tidak apa-apa tidak kepo.

Tidak apa-apa menunggu.

Karena dunia (atau Tuhan) punya cara sendiri untuk menunjukkan apa yang perlu kamu tahu ketika kamu siap, atau ketika kamu tidak sedang mencarinya.



No comments:

Post a Comment

leave your comment here!