semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

19. Mengapa yang Kita Takuti Sering Kali Tak Pernah Terjadi? - Reana

Follow Us

Thursday, April 17, 2025

19. Mengapa yang Kita Takuti Sering Kali Tak Pernah Terjadi?

Halo Sobat! Apa kabar? Setelah selesai seri sebelumnya, kita masuk ke seri ketiga ya yaitu 20 Seri Mencari Makna dalam Setiap Kejadian. Jadi saya akan posting tema ini selama beberapa hari ke depan. Semoga selalu ada pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik. Yuk simak!




Mengapa yang Kita Takuti Sering Kali Tak Pernah Terjadi?

Berapa kali kamu merasa cemas berlebihan tentang sesuatu, lalu ternyata... itu tidak pernah terjadi?


Berapa malam kamu begadang memikirkan kemungkinan terburuk, hanya untuk bangun keesokan paginya dan semuanya baik-baik saja?


“My life has been filled with terrible misfortunes — most of which never happened.”
— Michel de Montaigne


Pikiran manusia luar biasa. Ia bisa menciptakan ribuan skenario hanya dalam satu jam, dan sayangnya, kebanyakan dari skenario itu adalah bencana yang belum tentu terjadi. Kita sebut itu: overthinking.


Ketakutan sering kali bukan berasal dari kenyataan, melainkan dari cerita yang kita ciptakan sendiri di kepala.


Kita takut ditinggalkan, gagal, dihina, atau tidak cukup baik. Padahal jika ditanya bukti nyatanya, sering kali tidak ada. Hanya prasangka yang tumbuh subur karena kita terlalu lama diam dalam pikiran sendiri.


“Fear doesn’t stop death. It stops life.”


Yang lebih menyakitkan dari kegagalan adalah ketakutan gagal. Yang lebih melelahkan dari kehilangan adalah rasa cemas akan kemungkinan kehilangan. Kita menderita dua kali — pertama di pikiran, kedua baru di kenyataan (jika itu benar terjadi).


Ketakutan adalah ilusi yang terasa nyata, karena kita terlalu sering memberinya ruang untuk tinggal.


Padahal hidup ini lebih sering mengalir dengan baik. Masalah datang, iya. Tapi solusi juga hadir. Bahkan saat hal buruk benar-benar terjadi, bukankah kamu selalu berhasil melewatinya?


“You’ve survived 100% of your worst days. You’re stronger than you think.”


Jadi, kenapa kita tidak mulai percaya bahwa kemungkinan baik juga bisa terjadi? Kenapa tidak mengganti “bagaimana jika semuanya gagal?” menjadi “bagaimana jika semuanya berhasil?”


Cemas adalah tanda kamu peduli. Tapi jangan biarkan ia mencuri damai dalam hidupmu.


Saat rasa takut datang, hadapi dengan keberanian kecil: satu langkah, satu napas, satu keputusan sederhana untuk hadir di saat ini. Karena kebahagiaan bukan milik mereka yang tidak pernah takut, tapi milik mereka yang tetap berjalan meski takut.


“Don’t believe everything you think.”


Ketakutan yang tidak disadari bisa jadi penjara. Tapi ketika kita berani menatapnya dengan jujur, sering kali kita menemukan: ia hanya bayangan, bukan monster.


Dan kamu, punya pilihan untuk tidak dikuasai olehnya.



Kelembutan tidak selalu lemah—ia justru yang menguatkan tanpa suara.


 Sampai jumpa di bagian 20...


 #838

#Menuju 1000 posting

#Seri Mencari Makna dalam Setiap Kejadian

No comments:

Post a Comment

leave your comment here!