semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

12. Tersesat Bukan Berarti Gagal, Kadang Itu Jalan Pulang - Reana

Follow Us

Thursday, April 17, 2025

12. Tersesat Bukan Berarti Gagal, Kadang Itu Jalan Pulang

Halo Sobat! Apa kabar? Setelah selesai seri sebelumnya, kita masuk ke seri ketiga ya yaitu 20 Seri Mencari Makna dalam Setiap Kejadian. Jadi saya akan posting tema ini selama beberapa hari ke depan. Semoga selalu ada pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik. Yuk simak!




Tersesat Bukan Berarti Gagal, Kadang Itu Jalan Pulang

Pernah merasa tersesat dalam hidup? Ketika semua rencana gagal, arah hilang, dan langkah terasa sia-sia. Rasanya seperti berjalan di lorong gelap tanpa tahu ke mana harus melangkah. Tapi… bagaimana jika tersesat bukanlah akhir, melainkan awal?

“Not all those who wander are lost.” — J.R.R. Tolkien

Dalam budaya yang memuja arah dan kejelasan, kita diajarkan untuk tahu tujuan sejak awal. Namun hidup tidak selalu linear. Kadang, jalan melingkar justru membawa kita ke tempat yang paling tepat. Tersesat bukan berarti salah. Bisa jadi, itu cara semesta menuntunmu menemukan dirimu sendiri.


Kita baru benar-benar mengenal diri saat tak ada yang bisa diandalkan selain suara hati. Dan suara itu sering kali hanya terdengar saat kita berhenti mencari jalan orang lain.

“Sometimes you find yourself in the middle of nowhere, and sometimes in the middle of nowhere, you find yourself.”

Tersesat membuat kita rendah hati. Kita mulai bertanya, menyimak, membuka diri. Kita jadi lebih peka terhadap petunjuk kecil yang dulu kita abaikan. Kita belajar melihat, bukan hanya dengan mata, tapi dengan rasa.


Banyak yang menemukan panggilannya justru di masa tersulit. Ketika segala yang lama runtuh, lahirlah ruang untuk yang baru tumbuh. Seperti benih yang tak bisa mekar tanpa terlebih dahulu terkubur dalam tanah gelap.

“Rock bottom became the solid foundation on which I rebuilt my life.” — J.K. Rowling

Tersesat juga mengajarkan kita tentang kerendahan hati. Bahwa tak apa-apa mengaku: “Aku tidak tahu harus ke mana.” Justru dari situ, kita membuka peluang untuk dipandu — oleh doa, oleh pengalaman, oleh orang lain yang pernah tersesat pula.


Bukan arah yang membuat kita kuat, tapi keberanian untuk terus melangkah meski belum tahu tujuannya. Tersesat adalah bukti bahwa kita masih berani mencoba.

“Even when you think you’ve lost your way, you might just be taking the scenic route.”

Dan siapa tahu, jalan yang kau pikir salah, justru mempertemukanmu dengan bagian paling jujur dari dirimu. Bagian yang tak dibentuk oleh kesuksesan, tapi oleh kejatuhan dan bangkit kembali.


Jadi, jika hari ini kamu sedang merasa kehilangan arah, istirahatlah sebentar. Bukan untuk menyerah, tapi untuk mendengar — barangkali, jalan pulang sedang dibisikkan dalam diam.

Tersesat bukan akhir cerita. Kadang, itu awal dari kisah yang paling indah.



Dari bara kata yang nyala, kutemukan nyawaku kembali.


 Sampai jumpa di bagian 13...


 #831

#Menuju 1000 posting

#Seri Mencari Makna dalam Setiap Kejadian

No comments:

Post a Comment

leave your comment here!