semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

1.1 Menanti dalam Sunyi: Ketika Doa Tak Kunjung Dijawab - Reana

Follow Us

Friday, April 18, 2025

1.1 Menanti dalam Sunyi: Ketika Doa Tak Kunjung Dijawab

Halo Sobat! Saya akan posting berseri yang berupa refleksi spiritual yang saya susun menjadi 20 topik. Setiap topik akan ada 20 judul berseri. Nah, untuk topik #1 ini adalah "Ketika Doa Belum Dijawab: Ujian atau Tanda Allah Masih Rindu?" Yuk simak!




#1.1 Menanti dalam Sunyi: Ketika Doa Tak Kunjung Dijawab

Ada yang lebih sunyi dari malam—yaitu hati yang menanti tanpa kepastian. Kita telah lama bersujud, mengangkat tangan dalam harap, melantunkan doa yang sama berulang-ulang. Namun hari berganti, minggu berjalan, dan bulan pun berlalu. Jawaban tak kunjung datang. Lalu hati bertanya: “Apakah doaku menguap begitu saja ke langit?”


Menunggu itu berat. Tapi menunggu tanpa tahu apakah akan ada yang datang… jauh lebih melelahkan.


Di situlah terkadang keimanan diuji. Bukan soal percaya Allah mampu, tapi soal percaya Allah mau menjawab.

"Dan Tuhanmu tidak akan pernah meninggalkanmu, dan Dia tidak membencimu."
(QS. Ad-Dhuha: 3)

 

Ayat ini seperti pelukan bagi jiwa yang retak karena penantian. Ia menegaskan: Allah tidak sedang menjauh, meski rasanya doa kita hanya bergema di dinding kamar.


Seringkali, dalam diam-Nya, Allah sedang mengajar kita banyak hal. Bahwa yang lebih penting dari jawaban adalah siapa yang kita minta. Bahwa menanti bukan tentang kapan dikabulkan, tapi tentang siapa yang menemani.


"Bisa jadi kamu merasa Allah diam, padahal Dia sedang merajut jawaban yang tak kau duga."


Kita tak jarang mengira, jika doa belum dijawab, maka kita tidak cukup baik, atau tidak cukup dekat. Tapi bagaimana jika justru karena Allah rindu pada sujud-sujud kita, maka Dia memperpanjang penantian?


"Sabar itu bukan ketika kau menunggu, tapi ketika kau tetap memilih percaya meski belum melihat."

 

Kalimat ini mengajarkan bahwa keimanan sejati diuji dalam jeda. Dalam detik-detik panjang yang membuat kita nyaris menyerah, namun tetap memilih untuk bertahan.


Penantian adalah ruang sunyi yang mengungkap siapa diri kita sebenarnya. Di dalamnya, ego diuji, niat dipertajam, dan iman ditempa. Kadang kita merasa sunyi, padahal di sanalah Allah sedang paling dekat.


"Doa yang tak langsung dijawab bukan berarti diabaikan. Ia sedang disimpan, disiapkan, atau diarahkan."


Mungkin, kita terlalu fokus pada doa yang belum dijawab, hingga lupa bahwa dalam setiap tangisan yang jatuh, ada kasih yang menyentuh. Allah memang tidak menjawab seperti manusia. Tapi Dia mengerti lebih dari yang bisa kita ucapkan.


"Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu."
(QS. Al-Baqarah: 216)

 

Ayat ini menenangkan. Ia menegaskan bahwa Allah tidak sedang diam, tapi sedang memilihkan yang terbaik. Dan kebaikan itu kadang datang dengan bentuk yang belum kita mengerti sekarang.


Dalam penantian, jangan hanya bertanya: “Kapan?” Tapi cobalah bertanya: “Apa yang Allah ingin ajarkan padaku saat ini?”


Sebab bisa jadi, yang paling berharga bukan jawaban, tapi perubahan diri kita selama menunggu.


Bersyukurlah jika masih punya harap. Karena yang paling menyakitkan bukan doa yang belum dijawab, tapi hati yang berhenti percaya. Jika kau masih menengadah, berarti jiwamu belum kalah.


Sunyi bukan selalu sepi. Bisa jadi itu ruang agar kita benar-benar mendengar. Bukan hanya tentang jawaban dari langit, tapi suara jiwa yang perlahan disembuhkan.


"Doa bukan hanya cara meminta, tapi jembatan untuk pulang."

 

Pulang ke hati yang lebih lapang. Pulang ke keyakinan yang lebih dalam. Dan pulang ke Tuhan yang tak pernah sekalipun pergi.


Jadi, untukmu yang masih menanti dalam sunyi, jangan padam. Tetaplah percaya. Karena siapa tahu, jawaban itu sedang Allah rajut perlahan—bukan untuk sekarang, tapi untuk saat yang paling tepat.



#840

#Menuju 1000 posting

#spiritual

#1 Seri Ketika Doa Belum Dijawab: Ujian atau Tanda Allah Masih Rindu?


Clarity doesn't always come in silence — sometimes, it comes in fragments.

No comments:

Post a Comment

leave your comment here!