semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

March 2026 - Reana

Follow Us

Friday, March 20, 2026

Selamat Hari Raya Idul Fitri 2026

3/20/2026 09:15:00 PM 0 Comments
Halo sobat! Selamat hari raya idul fitri di tahun 2026 ini. Mohon maaf lahir dan batin. 

Alhamdulillah kita ketemu lagi di tahun ini. Semoga tahun depan kita masih bisa kembali menyaksikan hari raya ini. Semoga kita diberi kesehatan, keselamatan, kebahagiaan, kelapangan rezeki dan umur yang berkah.
Aamiin.

Bagaimaan sobat? Apakah kalian merayakan idul fitri ini bersama keluarga? 



Saya saat ini berada bersama keluarga saya di kampung. Alhamdulillah saya bertemu keponakan saya hari selasa 17 maret lalu kita mudik bersama rabu 18 maret 2026. Dikarenakan idul fitri jatuh pada hari sabtu 21 maret 2026 makanya kita punya waktu beberapa hari puasa di kampung. 

Senang atau sedih sebenarnya ya kalau idul fitri ini? Idul fitri ini kan sudah tradisi di Indonesia kita usahakan untuk pulang kampung bertemu keluarga. Walau bagaimanapun caranya. Pastinya harus siap duit buat mudik hehe. 

Senang juga sih bisa kumpul keluarga. Hari ini memang beda sih dari hari raya lainnya. Perayaannya memang wah banget dibanding hari lain. Dan budaya mudiknya itu yang juga luar biasa. Tapi seru sih memang. Kita ngerasain mudik. Ada keluarga yang nungguin kita dan kita juga pengen ketemu. Apa jadinya kalau sudah tak ada keluarga? Pasti sedih ya. 

Kalau di kampung perayaan ini banyak kue dan makanan kecil. Lalu pasti dong ada opor, ketupat, lontong dan sebagainya. Banyak banget makanan sampai bingung apa yang mau dimakan. 

Waktu kecil saya ingat banget kayak ga doyan makan kue kue di rumah. Tapi pas lewat lebarannya habis eh enak banget makan kue kue itu. Hehe. Kamu ngalamin juga ga ya sobat?

Ok sekian dulu posting dari saya selamat idul fitri.

Wednesday, March 11, 2026

Buka Puasa Bersama Ketiga

3/11/2026 02:39:00 PM 0 Comments
Buka puasa bersama kali ini adalah buka puasa bersama ketiga saya selama bulan ramadan tahun 2026. Kali ini pesertanya ada sejumlah 16 orang. Lumayan banyak. Dan ini adalah teman-teman saya yang membuat saya berasa muda terus. Hehe. 

Untuk lokasi yang dipilih adalah Saung Kita Kramat Sentiong. Lokasinya ada 2 lantai dan menjelang buka puasa itu ramai sekali. Full. Reservasinya saja sudah jauh hari sekitar 2 minggu sebelum. 

Untuk makanan variasinya ada banyak. Harga masih terjangkau under 100k. Menunya menu nusantara. Cocoklah untuk lidah orang Indonesia. 




Yang membuat saya cocok di sini karena ada banyak pilihan menu ikan. Walau dari segi rasa tidak tahu ya. Yang penting ada ikan karena saya suka ikan. Hehe. Saya pilih paket pindang ikan patin. Lumayan kok rasanya. Cuman di sini ikannya digoreng. Kuahnya terlalu asam dan lebih mirip sayur asam. Beda dengan pindang patin di Lampung. Saya cocok pindang patin di Pindang Meranjat Lampung. Menurut saya pas rasanya.

Ok lanjut. Untuk buka bersama ini ternyata kita harus bawa snack masing-masing karena nanti akan ada game. Gamenya apa? Truth or dare. 




Ternyata nih ada surprise ulang tahun loh. Heboh deh. Mirip kayak di Amanaia Restoran. Kali ini teman saya yang dikasih surprise. 




Terima kasih banyak teman-teman yang sudah menyiapkan ini semua. Kalian keren! Selamat berpuasa semuanya. Semoga kita semua sampai pada Idul Fitri kali ini dan berkumpul dengan keluarga. Semoga tahun depan masih bisa bertemu ramadan lagi. 

See you...



Begini Rasanya Patah Hati

3/11/2026 10:57:00 AM 0 Comments
Halo sobat, apa kamu pernah patah hati? Bagaimana rasanya? Sedih? Kecewa? Sakit?

Patah hati tidak melulu karena pasangan ya sobat. Bisa karena kehilangan sahabat, guru, dan sebagainya. Intinya adalah orang-orang yang pernah ada ikatan dengan kita entah itu ikatan keluarga, pertemanan, guru-murid, dan sebagainya.

Kalau kamu pernah merasakan, apakah kamu menangis? Menangis ini tidak literal menangis mengeluarkan air mata karena tidak semua orang bisa mengeluarkan air mata. Tapi kesedihan tetap terasa. 

Saya baru saja merasakannya sobat. Jadi ceritanya saya kan punya tutor. Sebenarnya tutor ini adalah tutor yang aku paling less attach. Setiap kali mau pelajaran dia berasa berat. Kenapa berat? Karena selalu ada PR dan aku selalu mengerjakannya di hari yang sama sebelum pelajaran mulai. Selain juga aku harus selalu menyiapkan ada video yang kutonton untuk nantinya kuceritakan. 

Ini tuh berat. Entah akunya yang membuat berat atau bagaimana ya. Tapi aku selalu mengerjakan walau apapun juga. Aku selalu prepare. Dan di satu hari itu aku kosongkan jadwal tidak ke mana-mana karena aku mau prepare tugasku. Mencari video yang cocok untuk diceritakan ternyata tidak mudah. Mungkin akunya yang perfeksionis atau gimana entahlah ya. Tapi jadinya seperti beban. 

Padahal sih kalau misal ditanya video apa yang ditonton dan kujasab tidak ada pun tak masalah. Tidak kenapa-kenapa begitu loh. Tapi secara psikologiku iti ga mau begitu. Aku harus well prepare. Entah nantinya ditanya atau tidak yang penting aku sudah siapkan. Jadi aku merasa secure begitu. Tapi jadinya seperti menyulitkan diriku sendiri. Ya begitulah diriku. Harap maklum sobat. Jangan ditiru yang tidak baiknya. Ambil baiknya saja ya. Hehe.

Tapi yang aku alami nih sobat. Ketika pelajaran mulai ya aman-aman saja. Aku malah happy. Kalau kita ada salah-salah ya wajar ya karena kita kan belajar. Aku selalu engaged. Fokus. Sampai pelajaran berakhir aku tetap mengikuti dengan baik. Intinya setiap kali selesai pelajaran justru aku merasa recharge dan happy. Kenapa bisa begitu ya?

Kalau sebelum pelajaran berat banget rasanya, badan capek pegal-pegal. Tapi rasa berat ini kukalahkan dengan segera bersiap-siap sebelum waktunya minimal 10 menit sebelumnya. Aku selalu datang lebih awal dan tidak pernah sekalipun terlambat. Aku selalu menunggu tutorku hadir. Jadi setiap tutorku hadir aku sudah ada di room. Tutorku pun selalu on time. Kalau waktunya jam 20.00 ya pas 20.00 dia masuk room. 

Selama 22 meeting alias hampir 5 bulan ini hanya 2x dia telat dan itu cuma 1 menit. Dia pun selalu bilang maaf. 

Tutorku ini sangat profesional. Dia benar-benar mengajar. Dia ga pelit ilmu. Dia pelan-pelan mengajariku karena ternyata aku masih perlu banyak koreksi darinya. Memang aku ambil dia sebagai tutorku karena aku perlu koreksi. 

Seberat-beratnya aku merasa sebelum mulai pelajaran dengannya tapi setelah pelajaran aku selalu merasa materi darinya itu berharga banget. Penjelasan darinya itu jelas banget sehingga mudah diterima dan dimengerti oleh otakku. Dengan kata lain aku match dengan cara mengajarnya. 

Otakku ini cocok dengan logika penjelasannya. Karena aku tipe orang yang kalau tidak mendapat logika aku susah mengerti suatu konsep. Jadi, logika ini oenting banget buat mengerti konsep dibanding repetisi. Repetisi penting juga untuk mendapatkan logika ataupun untuk menguatkan pemahaman biar ingat terus. 

Aku banyak belajar darinya. Dan ini baru babak awal. Aku baru mendapat fondasi darinya. Aku belum bikin dinding dan atap.

Bulan keempat, dia pertama kali naikkan harga. Dia bilang dia capek kelamaan di depan layar. Dia juga dapat kerjaan ngajar offline. Padahal murid online nya banyak sekali terakhir kucek ada 49 orang. Ini setelah dia naikkan harga loh. Dia tuh memang high quality tutor banget makanya walaupun saat pertama aku ambil dia untuk jadi tutorku tuh masih tutor baru hitungannya (walau realnya sangat berpengalaman), cepat sekali dia dapat murid baru. Dia sendiri cerita ternyata tidak sulit dapat murid. Padahal itu pertama kalinya dia mengajar online.

Oya, aku tuh sempat kepikiran kalau misal dia naikkan harga lagi, aku bakal stop sepertinya. Walau di sisi hati yang lain bilang jangan dulu. Tinggal kurangi saja frekuensinya jangan berhenti total. Tapi kalau pas merasa berat sebelum pelajaran ya rasanya begitu hehe. 

Nah semalam, di meeting 22 dia bilang ke aku kalau dia akan berhenti ngajar online. Dia capek di depan layar terus. Tidak sehat katanya. Terus mulai awal april dia dapat kerjaan ngajar offline. Jadi dia ga akan balik lagi. Saat itu, aku strong banget sobat. Aku ucapkan selamat loh. Berarti kelasku selesai sampai akhir bulan maret ini. Ok gapapa kataku. Lalu kelas jalan lagi seperti biasa melanjutkan materi. Tapi setelah kelas kok aku jadi bad mood. Ada apa denganku?

Tadi di kantor saya replay audio belajar saya. 
Pas tutor bilang, "It is sad.. I like teaching you. You did your work. You improve all the time. You're a great student. It's been a pleasure teaching you.

Hiks langsung sedih. Eh malah meneteskan air mata. Padahal pas dengar langsung biasa saja. Kenapa begitu ya. Mendramatisir banget kayaknya. Emang saya yang sensitif banget sih ini. Mungkin hati saya terlalu lembut sehingga mudah menangis.

Teman sebelah saya langsung nanya saya kenapa. Hehe. 

Mungkin dia pikir segitunya amat. Cengeng banget. Masa gitu aja nangis. 

Tapi memang baru kali ini sih yang saya merasa kehilangan sosok yang banyak ilmunya terus belum rela gitu loh. Belum siap. Tadinya saya berpikir masih bakal belajar sampai akhir tahun ini minimal. Dulu di awal saya bilang ke dia sampai saya siap. Maksudnya saya sudah matang belajar. Eh ga taunya dia duluan yang berhenti. Jadi semacam shock terapi gitu. Walau sebelumnya saya pernah kepikir berhenti tapi saya belum pernah benar-benar jadi berhenti. Makanya saya shock pas dia duluan yang berhenti. Mental saya belum siap. 

Karena memang masih tahap awal saya belajar sama dia walau sudah 5 bulan jatuhnya. Ibaratnya baru mau melangkah ke tahap berikutnya eh kandas. Padahal proyeksi saya bakal sampai saya serap semua ilmunya sampai akhir. Makanya saya tuh kayak kehilangan sumber ilmu yang sangat penting untuk pertumbuhan diri saya. Jadi kayak oleng pertahanan saya. Okelah mungkin bisa cari tutor lain tapi yang seperti dia mungkin sangat sulit dicari.

Dari kejadian ini saya tuh merenung. Mungkin begini yang dirasakan orang-orang jaman dulu yang ketika seorang imam meninggal dunia mereka akan bersedih karena kehilangan orang yang begitu banyak ilmunya. Itulah kenapa orang jaman dulu sangat menghargai guru. Dulu tuh saya ga kepikiran kenapa sih orang jaman dulu tuh bisa segitu sedihnya pas kehilangan imam atau guru. Selama ini saya belajar dengan banyak guru ga pernah segitunya sih. Makanya kali ini kayak oh mungkin begini yang dirasakan orang jaman dulu.

Saya merenung juga kenapalah seusia saya ini kok ya bisa mengalami ini. Maksudnya bisa cengeng begini ketika dihadapkan hal begini. Aneh banget. Hehe.

Sobat, kamu pernah ga sih ngalamin hal begini?

Ok sobat sekian sesi curhat kali ini. See you. 

Kehilangan tidak selalu datang dengan pemberitahuan. Kadang kita baru sadar seberapa besar arti seseorang setelah mereka pergi. Dan tidak apa-apa menangis bahkan di kantor, bahkan untuk seorang guru. Itu bukan cengeng. Itu manusiawi.

Menjadi manusia berarti merasakan. Dan merasakan berarti kadang harus menangis. Dan itu tidak apa-apa. 🥲💔📚

Catatan: Mungkin saja farewell ini dia ucapkan ke semua muridnya who knows. Tapi hal itu tidak menggugurkan fakta dia ucapkan itu langsung. Mungkin ada pembaca yang merasa ih berlebihan banget reaksinya. Ya itu benar. Karena ini saya yang mengalami dan merasakan. Makanya tulisan ini ada. Ok? ✌️

10032026

Monday, March 9, 2026

Konflik dengan Tetangga harus Bagaimana?

3/09/2026 10:59:00 AM 0 Comments

Halo sobat, kemarin saya buka puasa bersama dengan teman saya. Teman saya yang ngajak tapi dia bingung mau ke mana. Karena saya pernah ke Kedai Steak Nusantara makanya saya sarankan di situ. Dan dia juga maunya yang under 100k. Jadi pas banget. Di sana juga makanannya lumayan bervariasi dan banyak makanan nusantara. Cocoklah buat orang Indonesia.

Kami janjian jam 16.30 karena khawatir ga dapat tempat. Biasalah ya kalau lebaran biasanya rata-rata rumah makan full kalau buka puasa. Rata-rata tempat duduk sudah direservasi. Waktu saya hubungi teman saya katanya bakal on time. Dia sudah di stasiun. Dan ternyata ya saya duluan sampai dong. Saya on time. Saya duduk duluan cari tempat. Yang tersisa di ruang AC tinggal 2 tempat duduk yang dekat orang lalu lalang. Sisanya masih ada di luar alias non AC. 

Saya duduk dulu di ruang AC sambil nunggu teman saya datang. Agak lama ya nunggu dia. Pas dia datang dia pilih di non AC. Ya sudah kami pindah. Lalu kami pesan duluan karena untuk buka puasa harus dipesan maksimal jam 5. Setelah itu masuk kloter kedua setelah azan magrib. Saya pesan terderloin steak, soto daging (takeaway) dan teh panas karena lagi tidak enak badan. Teman saya pesan soto daginh dan salad daging. Lalu mulai kita chit chat.

Teman saya ini ngajak saya buka bersama karena katanya ada banyak yang mau diobrolin. Saya tunggu-tunggu tuh. Saya pikir lagi galau karena ketemu sesorang yang disuka. Eh ternyata salah perkiraan haha.

Dia sedang ada konflik dengan tetangga secluster. Dia cerita panjang lebar. Jadi penyebabnya adalah mobil dia menginjak 1 barang developer tetangga yang teman saya ini tidak tahu barang apa karena kecil dan tidak tahu juga kalau dia menginjaknya ketika masuk ke dalam pagar cluster.

Lalu teman saya didatangi tetangganya dipencet bel tapi tak dengar. Dia disentil di grup clusternya tapi juga diajakin iuran buat ganti barang yang diinjaknya itu. Teman saya ini dengan tegas bilang ga mau ganti. Dia juga tersinggung dengan kata kata teman di grup whatsappnya itu. Dikeluarinlah dia dari grup katanya.

Lalu dia kasih lihat saya chat privatenya dengan salah satu teman di cluster. Sebagai orang yang netral, dari bahasanya sih sebenarnya mereka baik-baik loh ngomong ke teman saya. Bahkan mereka mengajak iuran bukan minta teman saya sendiri yang ganti. Mereka juga sebagai tetangga bilang kalau mereka siap bantu loh kalau teman saya kenapa-kenapa. Karena kan teman saya sendirian ya.

Tapi memang teman saya ini orangnya individualis. Dia tidak mau bergabung dengan mereka. Dari sikap teman saya melihat teman saya ini cukup angkuh dan sangat keras orangnya. Ketika dia lewat, dia berharap tetangga yang melihat yang barang mengganggu di jalan yang mengambil. Saya bilang ke dia, "Jangan andalkan orang lain. Kamu tidak punya kendali terhadap orang lain. Kamu punya kendali terhadap dirimu sendiri. Apa yang bisa kamu lakukan adalah kamu turun. Tidak ada salahnya kan?"

"Ya tidak salah sih. Tapi dalam pikiranku seharusnya tetangga yang melihat itu yang turun dan mengambil," jawab dia.

Sobat, kalian bisa melihat kan betapa angkuh dan kerasnya teman saya. Saya bilang terus terang ke dia dengan sifatnya ini. Dia mengakui. Jadi ini valid ya. Saya bilang dia bukan keras lagi tapi sangat keras.

Tidak ada salahnya toh untuk turun dan mengambil barang yang menghalangi. Kenapa pula harus mengandalkan tetangga? Tidak perlulah terlalu angkuh mentang-mentang ada dalam mobil. Dan merasa yang menghalangi jalan umum adalah pihak developer dan mobil pickup yang yang parkirnya tidak pas. 

Saya bilang supaya dia humble sedikit. Sedikit saja dulu kalau belum bisa banyak-banyak. Hehe.

Untuk orang seperti dia yang memang individualis, dengan tetangga maunya say hi saja, ya lalu kenapa ketika menghadapi hal kecil seperti dia dengan mobilnya yang akan masuk ke cluster terhalang, eh berharap tetangga yang melihat yang membersihkan? Kenapa begitu? Kan tidak masuk akal. Kenapa tidak mengandalkan diri sendiri saja?

Ya sebenarnya beberapa barang sudah diambil sama developernya. Tidak tahu ada satu yang kelewat.

Perihal iuran, teman saya kan ga mau ya iuran karena merasa tidak tahu. Dan menurutnya juga belum tentu itu developer minta ganti. Nah, di sini kembali betapa angkuhnya temans saya ini. Saya sangat tidak rekomen untuk sobat pembaca blog saya bersifat semacam ini. Menurut hemat saya, dari whatsapp tetangganya saya melihat itikad baik dari mereka loh untuk ngajak iuran. Catat: iuran. Bukan bayar sendiri. Sebagai orang yang walau tidak tahu tapi secara fakta sudah menginjak, alangkah baiknya menyambut ajakan tetangga. Bukan dengan menolak mentah-mentah dengan alasan tidak tahu sehingga dia tidak merasa bersalah. 

Di sini kita melihat fakta loh dan niat baik tetangganya itu. Jika pun keberatan mengeluarkan uang karena merasa tidak bersalah, bisalah ya kita tekan ego dulu dan  bilang bersedia. Dan bisa juga dikomunikasikan dengan bilang, "Iya mbak boleh infokan saja nanti kalau  developer minta ganti. Kalau misal nggak, berarti ga perlu ya mbak."

Sebenarnya teman saya ini memang kurang komunikasi dengan tetangga. Dia selalu merasa semuanya dia bisa sendirian. Kalau ada apa-apa itu bukan tetangga yang bisa bantu tapi suami. Padahal ibunya sudah mengingatkan agar bergaul dengan tetangga. Kalau ada apa-apa tetangga dekat yang bakal membantu. Nah teman saya ini keras sekali. Dia memang mengalami ketidakcocokan dengan tetangganya. Tapi walau bagaimanapun juga kan bisa ya seharusnya menjaga hubungan baik. Tidak harus selalu ikut acara-acara mereka jika memang tidak suka. Setidaknya kasih ucapan tidak bisa bergabung atau apalah ya basa basi gitu. 

Saya bilang juga ke teman saya, kan sekarang belum ada suami. Lagipula kalau pun ada suami, misal suami pas jauh, kamu kenapa-kenapa siapa yang bisa bantu kamu? Pasti tetangga kan?

Begitulah sobat... pokoknya saya counter attack terus dia. Tipe seperti ini harus kita lawan dengan argumen yang bisa mematahkan pola pikirnya. Tipe seperti ini harus ketemu dengan orang yang levelnya bukan di bawah dia minimal dari segi pendidikan. Dan cara bilangnya juga harus lembut. Dia tidak terainggung kok kalau saya kritik dia. Munhkin karrna sudah akrab sih. Dan seringnya dia mengakui apa yang saya kritik karena memang itu fakta. 

Sebagai teman saya memang bilang apa adanya. Saya tidak menutupi apa yang saya lihat. That's what friends are for, right?

Sobat, sebenarnya saya cerita ini supaya ada hikmah yang bisa dipetik. Saya ingin sobat semua belajar jadi manusia yang humble. Bukan maksud saya membocorkan obrolan saya dengan teman. Ini semua murni karena kepedulian saya agar kita menjadi hamba-hamba yang lebih baik budi pekertinya. Dan menurut saya obrolan saya ini bukan hal privat. Konflik dengan tetangga adalah hal umum yang terjadi di lingkungan kita.

Bahkan nih sobat, ini hal lucu sih menurut saya. Teman saya cerita dia pernah sahut-sahutan komen Instagram sindir-sindiran di akun seseorang yang dia tidak kenal. Dia bilang seru. Apalagi kalau dia menang. Hadeh, kok saya tidak kepikiran ya buat begituan. Teman saya ini memang suka bikin masalah deh ya. Ketawa-ketawa saja dia pas cerita. Jadi hal kayak gitu semacam kepuasan buat dia kalau menang. Dan lagi di dalam komennya itu mengandung keangkuhan. Dia pun sadar loh. Lalu dia hapus komen-komennya setelahnya karena dia sadar kok dia angkuh banget. Hehe

Kerendahan hati bukan tanda kelemahan, tapi tanda kedewasaan. Komunikasi yang baik bukan basa-basi, tapi investasi sosial. Dan teman sejati bukan yang selalu setuju, tapi yang berani berkata jujur dengan cara yang lembut dan penuh cinta.

Menjadi manusia yang baik itu sederhana. Cukup rendah hati, mau berkomunikasi, dan tidak egois. Tapi sederhana bukan berarti mudah. Dan di situlah perjuangannya. 🏡💬

Bagaimana sobat? Apa kamu punya cerita seru seputar tetangga?

Sekian dulu ya sobat cuap-cuap bulan ramadan. See you.

Sunday, March 8, 2026

Tradisi Beli Baju Baru Buat Lebaran: Begini Drama Antri Fitting Room

3/08/2026 10:45:00 PM 0 Comments
Halo Sobat, sepertinya kita jadi lebaran ya alhamdulillah. Sebentar lagi nih ga terasa. Kalian sudah beli baju belum?

Ini nih tradisi Indonesia banget kalau lebaran yang masih hidup sampai saat ini. Beli baju baru. Sebenarnya saya ga niat beli baju loh ini di tahun ini tapi kok malah jadi borong baju akhirnya. Biasa, laper mata. Kalau lihat 1 gratis 1 wah lumayan nih bisa buat ibu saya 1 nya. Ya begitulah... kena trik marketing.

Kamu pernah ngalamin juga ga sobat?

Tapi ada yang bikin saya was was kalau beli cuma 1 buat ibu saya, nanti the sisters saya bakal ngiri apa ga. Dag dig dig. Karena sisters saya khususnya yang 2 orang itu memang irian jaya banget sifatnya sama kayak ibu saya hehe. Pokoknya kalau saya kasih apa-apa itu mereka juga pasti harus saya pikirkan. Itulah lucunya punya saudara perempuan sobat. 

Saya ceritain nih ya. Awal ramadan saya ditelpon kakak perempuan saya yang sulung. Dia bilang dia beli toples bagus. Gimana ini nanti ibu pengen kalau tahu. Hmm sudah curiga saya. Dan benar dong ya kecurigaan saya. Jadi ibu saya itu dibeliin toples yang sama. Tapi saya yang suruh bayarin nanti kalau pulang kampung. Weleh-weleh jadi punya utang nih saya. Pulang-pulang siap bayar utang... itulah kelakuan sisters saya. Ada-ada saja. Karena katanya nantinya toples itu juga buat saya makanya saya yang suruh bayarin. Modus banget ga sih sobat. Hehe.

Ya sudahlah saya bisa apa. Mungkin saya terlalu lunak jadi saudara. Tapi ya begitulah hal-hal lucu di keluarga saya. Saya sih ga menjadikan ini masalah. Jika saya ada rejeki ya saya legowo saja. Toh ga mahal-mahal amat juga. Masih terjangkau.

Ok kali ini saya mau bahas soal antrian di tempat beli baju. Saya ngantri di fitting room pertama itu ngantri lama banget. Lamanya itu karena orang yang nyoba baju memang lama banget nyobanya. Ga tau berapa banyak baju yang dicoba. Berapa kali muter muter di depan kaca. Nah kalau ini sarkas ya sobat. Hehe.

Tapi sumpah lama banget. Saya kan ngantri itu berharap kalau ada pintu yang dibuka ya saya masuk ke pintu itu duluan. Ternyata ga begitu ya sobat. Orang di belakang saya nyelonong saja maju ke depan pintu. Kan ada 4 pintu. Jadi dia dan mereka ngantri nunggu di depan masing masing pintu. Lah kalau begini saya keserobot terus dong. Wah, ga bener ini cara ngantri begini. Harusnya yang datang duluan itu yang dapat giliran kalau ada pintu yang dibuka. Nah, ini ga begini coba. Ga adil sih ini menurut saya.

Ok, setelah saya dapat giliran saya coba ga lama-lama. Kasihan orang lain yang mau nyoba juga. Karena kan ini mau lebaran jadi banyak pengunjung pada mau nyoba baju.

Setelah ini saya lihat-lihat baju lagi dan ada yang mau saya coba. Saya menuju fitting room lain lagi. Kejadiannya sama dong ya. Lagi-lagi saya keserobot orang mulu. Orang langsung pada ke depan pintu. Padahal saya sudah duluan nunggu. Haduh. Parah ini sih. Sampai ibu-ibu tua yang pas saya datang ada di situ lalu pergi eh pas datang lagi dilihatnya saya masih disitu juga belum dapat giliran. Akhirnya saya disuruh duluan ketika pintu di depan ibu itu dibuka. Terima kasih, Bu...

Orang yang di dalam pintu depan ibu itu lama banget di dalam. Entah berapa baju yang dicoba. Dan saat pintu dibuka eh dia keluar tapi baju-bajunya masih di dalam. Katanya belum kelar. Terus, dia tinggalin anak kecil mungkin usia 1-2 tahun di dalam fitting room sendirian. Anaknya keluar pintu. Kayaknya bingung nih anak ibunya ke mana. 

Saya mikir. Kok ya anak usia segitu ditinggal sendirian? Kok ya percaya banget gitu. Kalau anak itu hilang bagaimana? Dibawa pergi orang misal. Kan bisa itu anak dibawa juga keluar dulu. Toh baju-baju yang dicoba masih di dalam, orang ga akan masuk juga. Ibu itu juga bilang belum selesai. Orang lain pasti tahu diri ga akan masuklah. Apalagi ada baju-?baju dan anak kecil di dalam. Mungkin maksud ibu itu biar anaknya jaga di ruangan. Atau mungkin karena malas saja bawa anaknya keluar toh masih balik lagi. Mungkin loh ya ini sih spekulasi saya saja. Sok tahu deh saya. Uhuy.

Mungkin ibunya itu keluar ngambil baju lain lagi kali ya. Terus masuk lagi. Parah banget. Itu ruangan dikuasai sendiri. Sampai ibu yang ngobrol sama saya tadi itu bilang harusnya keluar dulu biar yang lain bisa gantian. Kayaknya memang ga tahu diri banget sih ini. Berapa baju yang dicoba ya. Maksimal 5 loh tulisannya. Tapi memang bisa saja lebih siapa juga yang mau cek-cek. 

Pintu lain juga sama lamanya. Kalau pintu dibuka, eh karena kelar tapi ada yang lainnya ikut masuk. Atau ada suami masuk. Ya ampun... Ga kelar-kelar.

Ga kasihan pengunjung lain yang ngantri. Separah ini loh. Dua jam saya di sana habis waktu buat dua kali ngantri. Kalau di kasir sih cepat. Ngantri fitting room yang lama. Ga nahanlah pokoknya. Mana kita puasa ya. Sampai saya lemas. Mana badan lagi kurang enak karena mau flu. Hehe. Kalau ini sih masalah pribadi saya ya.

Sobat, bisa ga ya budaya ngantri itu dibenahi? Sebenarnya adanya budaya antri itu dibuat supaya ada keadilan orang yang sama-sama menunggu. Siapa cepat dia dapat. Dalam artian siapa duluan datang akan dapat giliran duluan dibanding yang datang belakangan. 

Kalau fenomena di atas itu awut-awutan. Orang tidak tahu diri dan tidak memikirkan orang lain. Yang penting dia sendiri puas. Kok egois banget ya. Kalau pas sepi sih mungkin okelah ya. Ga ada saingan gitu loh. Lah dalam kondisi ramai begini kok ya seegois itu. Kok bisa begitu ya. Apakah ini mencerminkan dalam kehidupan sehari-hari juga begitu? Egois. Masa bodoh dengan orang lain. 

Entahlah. Saya merasa ga pas saja dengan kasus yang saya alami di atas. 

Kalau kamu bagaimana sobat? Pernah ngalamin ga? 

Masyarakat yang beradab tidak dibangun oleh aturan besar saja, tapi oleh kesadaran kolektif dalam hal-hal kecil. Ketika kita egois di fitting room, itu cermin dari bagaimana kita mungkin bersikap dalam kehidupan yang lebih luas.

Menjadi manusia yang baik tidak selalu tentang hal-hal besar. Kadang, cukup dengan mau bergantian di fitting room. 👕🛍️


Friday, March 6, 2026

Buka Puasa Bersama Gratis

3/06/2026 10:25:00 AM 0 Comments
Kamis, 26 Februari 2026 sore hari saya dapat pesan whatsapp dari teman saya. Dia bilang aku mau ikut ga buka puasa bersama. Dia mau traktir the boys. The boys ini teman kami cowok-cowok 3 orang ya sobat.  Wuih ada apa nih pikir saya. Tapi ini mendadak banget ya. 

Acaranya direncanakan sore itu juga di restoran Toko Daging Nusantara Salemba. Okelah tidak terlalu jauh. Kami juga pernah 2 kali makan di sana. Tapi, sebenarnya jam 8 malam saya sudah ada agenda. Kalau pulang kerja kan sebenarnya capek ya sobat. Saya mager. Maunya pulang kerja itu istirahat. Kenapa tidak hari libur saja ya acaranya. Tapi kemudian saya pikir ya sudahlah daripada di rumah terus ya kan.

                                            

Saya iyakan tapi saya bilang jam 7.15 saya pulang karena jam 8 saya sudah ada agenda. Teman saya ok ya sudah. Dan mereka sudah kumpul dari jam 5 sore katanya. Saya nyusul saja. Ok deal.

Sepulang kantor teman saya telpon. Katanya berubah tempat jadi ke Senayan karena mau sekalian booking tempat buat buka bersama tanggal 10 Maret 2026. Hmm, jauh ya kalau Senayan. Saya bilang skip. Lagian sudah sore juga itu. Tidak keburu pulangnya karena saya ada agenda jam 8. 

Begitu saya mandi, eh teman saya telpon lagi katanya berubah lagi ke tempat awal. Saya diminta datang. Ok akhirnya saya datang. Beberapa menit sebelum buka baru sampai. Mereka sudah pesan makanan. Tak apa saya menyusul. Saya bisa sholat magrib dulu. Ternyata nih ya traktirannya 2 ronde. Gila banget. Kaget dong saya. Ronde pertama adalah makan steak. Ronde kedua nasi. Ya maklumlah ya yang ditraktir itu the boys makanya sudah pasti kalau cuma steak ga nampol ya.



Akhirnya saya pesan tenderloin steak dan bungkus soto daging. Awalnya saya berniat mau bayar sendiri buat soto dagingnya tapi ternyata dibayarin juga. Alhamdulillah terima kasih semoga berkah traktirannya semakin banyak rezekinya. Aamiin. Di restoran ini lumayan juga loh pas datang masih dapat tempat duduk padahal tidak reservasi. Biasanya kalau buka puasa itu di mana-mana penuh. Di sana disediakan juga kurma gratis. Ada mushollanya juga jadi aman banget kalau mau sholat.  

Ternyata oh ternyata ini adalah perayaan ulang tahun teman saya yang seharusnya di bulan desember tapi dialihkan ke buka puasa ini. The boys sudah bawa kue ulang tahun. Mereka tidak ada yang memberitahu saya loh. Ya sudahlah saya ikut nyanyi dan memberi ucapan saja. Mendoakan supaya sering-sering traktir. Hehe.




Teman saya cerita rencananya mau ke Thailand pas libur lebaran bareng salah satu the boys. Dia mengajak saya. Saya bilang ga bisa. Saya pulang kampung. Tapinya ya. Mereka itu sudah beli tiket. Sudah bikin itinerary dan lain-lain. Lah bagaimana mereka ngajakin saya dalam kondisi begitu? Berarti mereka ngajak saya cuma pelengkap saja. Teman saya bilang kalau mereka bayar tiket saja nyicil 3x. Kalau saya kan tidak ada masalah finansial bisa kapan saja booking. Aamiin ya saya aminkan.

Tapi saya tidak setuju dengan rencana yang begini. Kalau saya tidak dilibatkan dari awal berarti saya tidak penting. Masa semuanya sudah beres saya baru diajak. Artinya ada saya maupun tidak, itu tidak penting. Mereka akan tetap berangkat. No no no.. saya ga mau ya begini.

Saya pribadi kalau mau jalan harus menyesuaikan tanggal dulu kapan saya free. Kalau begini kan mereka sudah tetapkan tanggal dan lain-lain. Tidak ada kompromi dengan saya. Makanya saya tidak setuju yang begini. Dan juga dadakan buat saya. Saya ga bisa.

Saya ini tipe well prepared. Mental psikologis saya harus siap. Kalau tidak, mending tidak usah. Bukan tipe grasak grusuk gradak gruduk. 

Kalau dengan teman saya yang lain, saya mau meet up saja janjiannya seminggu sebelum. Kalau misal pas hari H gagal ya ga masalah. 

Nah sementara teman saya ini memang sukanya dadakan. Kalau dadakan malah jadi katanya. Saya juga ada teman lain yang sukanya dadakan makanya sulit banget kami ketemuan. Karena setiap kali dia ngajak meet up itu selalunya pas dia ada keperluan ke tempat yang dia tuju. Jadi sekalian saja ngajak saya gitu. Tidak pernah menyengaja memang mau meet up saja. Kalau mendadak gitu biasanya saya tolak sih sobat. Bukannya saya ga fleksibel. Tapi keseringan saya sudah ada agenda atau memang kalau mepet gitu saya perlu persiapan mental. Ya begitulah sobat.

Apakah kalian ada yang sama dengan saya? Kalian tim dadakan atau tim terencana?

Begitu jam 7.15 malam, saya pamit pulang duluan. Teman-teman saya masih lanjut dan cari tempat buat buka puasa tanggal 10 Maret 2026 nanti.

Sobat, tidak apa-apa untuk tidak selalu bisa mengikuti irama orang lain. Bahwa kita berhak punya cara sendiri dalam bersosialisasi dan itu tidak membuat kita menjadi teman yang buruk.

Pertemanan yang sehat bukan hanya tentang bisa bersama, tapi juga tentang saling memahami cara masing-masing dalam menjalin hubungan. Ada yang butuh perencanaan matang, ada yang spontan. Yang penting adalah saling menghormati batasan, bukan memaksakan cara.

Menjadi dewasa bukan berarti selalu bisa mengikuti semua orang. Tapi tahu kapan harus hadir, kapan harus mundur, dan bagaimana melakukannya dengan tetap hangat. 🫂🌙

Sekian dulu ya sobat. Sampai jumpa di posting berikutnya.






Wednesday, March 4, 2026

Frankenstein Movie Review

3/04/2026 10:10:00 PM 0 Comments
Halo Sobat. Apakah kamu sudah pernah nonton film Frankenstein? 

Ada beberapa versi film Frankenstein yang sudah dirilis. Film pertama yang saya tonton adalah Frankenstein versi tahun 1994 yang diperankan oleh Robert de Niro. Menurut saya ini bagus banget filmnya untuk science fiction jaman dulu. Filmnya emosional. Saya ingat banget sampai pemeran utama wanitanya mati lalu Victor Frankenstein mencoba untuk menghidupkannya juga. 

Setelah ini saya belum ada nonton lagi film Frankenstein versi lain sampai muncul versi Netflix yang rilis akhir tahun 2025 lalu. Film yang diperankan oleh Oscar Isaac sebagai Victor Frankenstein dan Jacob Elordi sebagai monster ciptaannya ini cukup bagus. Ceritanya berbeda dari versi 1994. 



Dalam film ini fokus ceritanya di bagian akhir tentang hidup si monster yang sungguh kasihan karena tidak diterima hidup di antara manusia normal. Dia tidak punya keluarga dan tidak ada ayah ibu asal dia dilahirkan. Dia sendirian dan kesepian. Dan pada dasarnya saat dia hidup dia itu baik. Dia tidak jahat. Ceritanya dibuat menyentuh dari sisi si monster.

Ketika nonton versi ini saya berpikir sepertinya si Elizabeth ada perasaan sama si monster. Elizabeth ini kan tadinya calon istri adiknya Victor tapi kemudian setelah Elizabeth ketemu Victor, mereka seperti nyambung begitu terus saling naksir. Tapi kemudian Elizabeth tetap milih adiknya Victor dan menikah.

Victor ini sebenarnya ilmuwan yang jenius tapi karena obesesinya menghidupkan monster ciptaannya ini jadinya malah jadi masalah buatnya. Si monster ini ga bisa mati walau kekerasan apapun sudah dilakukan untuk membunuhnya termasuk dibakar hidup-hidup.

Film Frankenstein ini diangkat dari novel Mary Shelley. Dari beberapa versi adaptasi filmnya terlihat memang bagus banget sih alur cerita novelnya. Di jaman dulu bisa berimajinasi sekeren ini ya. Salut banget. Dan novelnya diadaptasi jadi film berbagai versi hingga saat ini. 

Sobat, kalau mau tetap hidup dalam waktu yang tak terbatas maka berkaryalah. Karena karyamulah yang bisa hidup hingga ribuan tahun. Mungkin jatah hidupmu tak sampai 100 tahun tapi karyamu bisa lebih dari itu bahkan sampai waktu tak terbatas. Terutama kalau karyamu bisa jadi karya fenomenal. Walau tak fenomenal juga tetap bisa dikenang asal membawa manfaat buat orang lain. 

Terkadang semasa hidup karya tak diakui tapi setelah kematian justru karyanya baru terkenal. Banyak loh yang begini. Contohnya Van Gogh di mana lukisan Starry Nite nya itu baru terkenal setelah dia meninggal. 

Ok Sobat, sekian posting hari ini. Sebenarnya saya cuma ingin sharing unek-unek saja. 

 

Tuesday, March 3, 2026

Pengalaman Charger Laptop Kemasukan Air dan Tak Mau Menyala. Harus Bagaimana?

3/03/2026 11:01:00 PM 0 Comments
Halo Sobat. Apa kabar? Lama tak bersua ya. Eh tahu-tahu ada berita pengeboman di Iran dan pemimpin tertingginya meninggal. Saya baru tahu kalau ada jabatan demikian di Iran. Dan sudah lebih 30 tahun berkuasa. Kok mirip era Soeharto ya 30 tahun berkuasa di Indonesia. Apakah warganya senang akhirnya Ali Khomeni lengser?

Saya tidak kebayang bagaimana paniknya negara itu dan juga warganya. Warga sipil jadi target pengeboman. Seram sekali ya. 

Oya sampai di sini dulu cuap cuap kita soal geopolitik. Kita langsung bahas soal charger ya. Jadi ceritanya pas malam saya buka laptop, charger sudah saya colok dan ujung type C susah saya masukkan ke lubang drivernya tinggal dikencengkan kalau pas butuh ngecharge. Giliran baterai laptop mulai drop, saya kencangkan colokannya masuk ke dalam driver laptop. Loh kok ga nyala ya alias arus ga masuk. Saya tes ke drive lainnya. Loh kok sama juga ya ga masuk arusnya. Kenapa ya? 

Saya tengok ke samping. Loh kok charger geser masuk ke mangkuk berisi air. Kaget dong saya.Kondisi lampu indikator masih hidup. Pas mau cepat-cepat saya angkat, lampunya mati duluan. Waduh panik saya. Kalau rusak bagaimana ini. Mana saya lagi ngezoom.



Lalu saya cabut kabel listriknya. Saya lap-lap bagian luarnya sampai kering. Saya pikir yang  basah cuma luarnya. Lalu saya tes colok ke listrik loh kok ada suara air di dalam. Langsung saya cabut dari colokan listrik. Saya tegakkan charger, airnya keluar. Benar ada air di dalam. Saya jadi semakin resah. Bagaimana kalau rusak ini ya. 

Saya tidak menyerah. Saya goyang-goyangkan charger agak air keluar. Saya tap tap juga biar air keluar. Karena lubangnya kecil sekali ya jadi susah air keluar. Saya pun heran banget dengan kehebatan air yang bisa menyusup masuk ke dalam ke charger yang tampaknya sangat rapat ini. 

Jadinya saya tidak tenang selama zoom. Dan benar dong baterai laptop habis. Zoom terputus. Saya lanjut pakai HP beberapa menit terakhir. 

Selesai zoom saya goyang goyang lagi charger saya sampai keluar airnya. Walau sedikit sedikit tidak apa apa. Lalu saya tiduran dan cari inspirasi di chatgpt. Chatgpt bilang jangan digoyang goyang dengan kuat nanti merusak charger bagian dalam karena air jadi masuk ke mana mana. Lah bagaimana sudah saya goyang goyang justru biar air keluar.

Chatgpt juga menyarankan jangan dites dulu selama masih basah. Ok. Saya juga tidak berani. Saran lain adalah dites nanti setelah 2 sampai 3 hari biar aman air benar benar kering secara alami. 

Benar dong ya saya diamkan sampai 2 hari tapi selalu saya taruh depan kipas angin dan saya goyang goyang biar air keluar. Setelah 2 hari lebih sekian jam baru saya beranikan diri untuk tes ke listrik. Karena memang tidak ada air lagi yang keluar. Selain itu tidak ada bau kebakar. Jadi saya berharap semoga charger hidup lagi.

Yang bikin ketar ketir adalah lampu indikator yang mati dan sebelumnya arus tidak masuk. Kata chatgpt itu adalah mekanisme proteksi kalau charger dell kemasukan air. Okelah, saya ada harapan hehe. 

Jadilah saya colok ke listrik. Pertama colok eh lampu hidup. Alhamdulillah. Semakin ada harapan dong. Lalu saya colok ke laptop. Di sinilah saya sempat merasa down. Loh kok arusnya ga masuk ya. Saya tes ke driver lainnya. Loh kok samaga masuk ya. Down dong. Tapi saya tidak putus asa. Saya cabut dan coba tes lagi. Eh bisa. Nyala. Wahhhh... happy...
Alhamdulillah

Sobat, sebelumnya saya sempat beli charger baru 65 watt. Ikut saran chatgpt pilih yang OEM. Apa itu OEM? 

OEM adalah singkatan dari Original Equipment Manufacturer.
Artinya:
👉 Produk dibuat oleh pabrik asli (atau pabrik resmi pemasok)
👉 Tapi dijual tanpa merek besar atau tanpa kemasan resmi

Dalam konteks charger laptop

OEM charger berarti:
Dibuat oleh pabrik yang juga memproduksi untuk brand asli
Spesifikasinya sama atau sangat mirip
Biasanya lebih murah
Tidak ada logo resmi brand besar

Bedanya dengan:
🔹 Original / Ori
Produk resmi brand
Ada logo
Kemasan resmi
Harga lebih mahal
Garansi jelas

🔹 OEM
Kualitas bisa bagus
Tapi tidak ada branding resmi
Garansi tergantung penjual

🔹 KW (replika)
Meniru tampilan original
Kualitas tidak konsisten
Lebih berisiko

Apakah OEM aman?

Bisa aman kalau:
Voltase & ampere sesuai laptop
Ada sertifikasi keamanan
Penjual terpercaya
Tapi tetap tidak seaman original resmi.

Nah, tidak beruntungnya adalah charger yang saya beli itu tidak masuk arusnya ke laptop. Jadi pas saya colok ke laptop, muncul pendeteksian di layar laptop. Baru 50an persen mendeteksi eh baterai laptop habis. Ya sudah. Arus tidak masuk ya. Mungkin karena belum selesai deteksi?

Akhirnya tidak saya tes lagi. Sempat hubungi penjual dan katanya mau dikirim penggantinya tapi belum sempat dikirim. Bersyukurnya charger hidup lagi dan akhirnya saya ajukan pengembalian. Ternyata gampang banget loh pengembaliannya. Tinggal pilih jasa kirim terdekat. Ternyata bisa indomaret indopaket. Kita tinggal masukkan resinya saja dari aplikasi shopee. Waktu pengembalian juga ada sekitar 5 hari kalau tidak salah. Begitu barang diserahkan ke indomaret, tak lama kemudian dana sudah ditransfer ke shopeepay. Alhamdulillah masih rezeki. Bisa untuk yang lain. Hehe. 

Ok sobat sekian cerita dari saya. Semoga bermanfaat.